Monday, June 23, 2014

PRUmultiple Crisis Cover

Beberapa waktu lalu, Prudential mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan nasabah maupun masyarakat umum. Dari hasil FGD itu terungkap kekhawatiran dan kebutuhan mereka akan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko terkena penyakit kritis pada usia produktif, serta terhadap kemungkinan menderita beberapa jenis penyakit kritis selama rentang masa hidup. Dari sanalah terlahir Pru Multiple Crisis Cover. 

PRUmultiple crisis cover ini merupakan produk tambahan dari Prulink Assurance Account Plus dan Prulink Syariah Assurance Account. Dengan PRU multiple crisis cover, Prudential memberikan solusi terhadap kondisi dan kebutuhan nasabah akan perlindungan lanjutan yang lebih komprehensif, sehingga nasabah bisa benar-benar lebih tenang karena terproteksi dengan lebih aman. 

“Kenyataan bahwa penyakit kritis sangat mahal untuk disembuhkan, membebani fisik dan mental sang penderita, serta meningkatnya kemungkinan menderita penyakit kritis baru atau kambuhnya penyakit lama jelas menunjukkan kebutuhan akan produk asuransi tambahan ini,” tutur Presdir Prudential Indonesia Kevin Holmgren dalam jumpa pers di Jakarta. Riset Organisasi Kesehaatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lima penyakit kritis tertinggi yang dialami pria dan wanita berbeda. 

Lima penyakit kritis tertinggi untuk pria adalah kanker, serangan jantung, gagal ginjal, transplantasi organ utama, dan stoker/tumor otak jika. Lima penyakit kritis tertinggi untuk wanita yakni kanker, SLE (lupus), stroke, tumor otak jinak, dan transplantasi organ utama. Studi di Singapura mengungkapkan kanker payudara merupakan penyakit paling mematikan untuk wanita. 

Studi lainnya dari Journal of National Cancer Institute menyatakan bahwa wanita yang pernah menderita kanker payudara memiliki kemungkinan tinggi untuk terkena kembali. 7% Kemungkinan terkena kembali yang terkena kanker stadium 1, 11% kemungkinan untuk stadium 2, dan 13% kemungkinan untuk stadium 3. Hidup menjadi jauh lebih tenang dengan perlindungan terbaik dari Prudential.

No comments:
Write comments