Monday, September 10, 2018

Perhatikan STNK Kendaraanmu Sekarang!!!, Sudah Tau Artinya SWDKLLJ???, Ini Dia Penjelasannya

Coba perhatikan STNK Kendaraan kalian sekarang!, jika kalian perhatikan disana tertera SWKLLJ di kolom rincian pembayaran pajak. SWDKLLJ adalah singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Fungsinya adalah untuk memperoleh perlindungan asuransi bila terjadi kecelakaan saat Anda mengemudi di jalan raya.

Sumber Gambar : baliknama.com
Saat membayar pajak kendaraan, secara otomatis Anda akan dikenakan biaya SWDKLLJ. Besarnya biaya untuk SWDKLLJ pun berbeda-beda tergantung jenis kedaraanya. Untuk motor berkapasitas mesin 50cc sampai 250cc akan dikenakan tarif Rp 35 ribu, sedangkan untuk mobil akan dikenakan biaya Rp 143 ribu.
Berdasarkan Peraturan Mentri Keuangan RI Nomor 15 dan 16/PMK. 10/2017 Tgl 13 Februari 2017.
  1. Meninggal dunia, ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar : Dari Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah)  naik menjadi  Rp.50.000.000,- (Lima puluh Juta Rupiah).
  2. Cacat Tetap, ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar : Dari Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) naik menjadi Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).
  3. Biaya perawatan luka-luka maksimal dari Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) naik menjadi Rp.20.000.000,- (Dua Puluh Juta rupiah).
  4. Penggantian biaya P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dari tidak ada menjadi Rp.1.000.000,- (Satu Juta Rupiah).
  5. Penggantian biaya Ambulans dari tidak ada menjadi Rp.500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah).
  6. Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris) dari Rp.2.000.000,- (Dua Juta Rupiah) naik menjadi Rp.4.000.000,- (Empat Juta Rupiah).
Untuk mendapatkan santunan yang sudah di jelaskan di atas adalah dengan melakukan beberapa cara ini:
1. Menghubungi kantor Jasa raharja terdekat.
2. Isi formulir ajuan dengan memasukkan laporan kecelakaan dari pihak kepolisian / pihak berwenang, Surat Keterangan Kesehatan dari dokter, Identitas diri seperti KTP, SIM korban / ahli waris korban.
3.Jika korban luka-luka harus dilampirkan kwitansi biaya perawatan dan pengobatan yang asli.Sedangkan jika meninggal dunia dibutuhkan KK (Kartu Keluarga) atau Akta Kawin.
4. Hak santunan menjadi tidak berlaku bila waktu mengajukannya lebih dari 6 bulan, sejak mulai terjadinya musibah atau tidak dilakukan penagihan dalam kurun waktu 3 bulan, sejak mulai hak santunan di setujui oleh Jasa Raharja.
Kita akan dapat hak kita ini jika kita mau mengurusnya, sering kali yang terjadi dimasyarakat adalah rasa malas untuk mengurus semua syarat yang di tentukan oleh Jasa Raharja, misa mengurus Laporan Kepolisan, Surat Keterangan Sehat dan sebagainya. Dan satu lagi, santunan ini diberikan tidak hanya untuk seseorang atau para pengemudi saja, tapi santunan ini juga berlaku pada para penumpang yang turut menjadi korban kecelakaan.

Jadi kita harus tahu hak kita dan jangan pernah terlambat untuk memprosesnya. Semoga info ini bermanfaat bagi semua orang yang membacanya.

Terimakasih.

No comments:
Write comments