Friday, September 7, 2018

Mari Kita Menjadi Bijak Dengan Mencontoh Kehidupan Seekor Kura-Kura

Tak bisa dipungkiri, jika setiap orang akan memiliki rasa khawatir dan juga rasa takut di dalam diri mereka. Hal ini tentunya sangat manusiawi, selama perasaan seperti itu masih ada dalam batas yang wajar.

Namun pada kenyataannya, rasa khawatir dan rasa takut ini kerap berlebihan dan begitu besar pada beberapa orang, sehingga sering menjadi masalah yang menggangu. Jika sudah begini, maka sejumlah masalah yang tidak begitu penting, akan sering timbul. Bukan hanya bagi orang itu sendiri, namun bagi orang lain di lingkungannya juga, baik itu keluarga atau bahkan teman-temannya.

hal inilah yang sejak lama menjadi masalah bagi Utami, seorang ibu muda yang telah memiliki seorang balita berumur 3 tahun. Sejak dulu, Utami selalu menghawatirkan banyak hal, bahkan yang oleh sebagian orang dinggap tidak perlu sekalipun. utami takut saat tinggal di rumah sendirian, namun takut dan khawatir juga saat meninggalkan rumah dalam kondisi kosong dan tidak ada yang menunggui. Aneh bukan? sementara di luar sana ada ribuan rumah yang kerap kosong setiap harinya dan ditinggal pergi penghuninya saat bekerja.
Pada awalnya, oleh keluarga hal ini dianggap wajar dan akan hilang seiring dengan berlalunya waktu. Utami beranjak dewasa telah mandiri dan bekerja pada sebuah perusahaan ternama, namun perasaan takut dan khawatir yang dimilikinya tak kunjung reda.

Beberapa tahun kemudian Utami menikah, namun rasa khawatir dan rasa takutnya akan kedua hal tersebut tidak kunjung hilang. Hal ini kerap menjadi masalah, terutama saat Utami dan keluarga kecilnya bepergian dan meninggalkan rumah.

Meski di rumah mereka memiliki seorang asisten rumah tangga, Utami akan tetap meminta adik atau kakaknya untuk tinggal sementara di rumah mereka saat Utami sekeluarga harus pergi dan menginap di luar kota.

Hal ini berlangsung terus menerus dan membuat kakak dan adiknya juga merasa kerepotan, mengingat hampir setiap bulan Utami bepergian untuk urusan bisnis dan yang lainnya. Suaminya juga menyadari hal ini dan mulai memikirkan cara untuk mengatasi segala sesuatunya.

Siang itu Utami, suami dan anaknya akan segera berangkat ke Bali untuk berlibur selama 2 hari di sana. Semua persiapan telah dilakukan, termasuk "memesan" adiknya untuk tinggal di rumah dan menemani asisten rumah tangga sema mereka berlibur nanti.

Adiknya mengiyakan dan telah tiba sesaat sebelum Utami berangkat. Utami berangkat dan menikmati liburan dengan tenang, merkipun sesekali ia tetap menelepon adiknya dan menanyakan kondisi rumah. Tidak sesering dulu Utami mengecek rumah, sebab ia telah berjanji pada suaminya untuk mengurangi semua rasa khawatirnya yang berlebihan itu.

Semua berjalan lancar selama liburan, hingga tiba waktunya keluarga kecil itu kembali ke ibukota lagi. Utami senang, begitu juga dengan suami dan anaknya. Namun rasa khawatir segera datang, saat Utami mencoba mengetuk pintu dan tak seorangpun membukakannya.
5 menit telah berlalu, Utami tampak semakin resah dan tak henti-hentinya menelepon adik dan asisten rumah tangganya. Utami tampak lega saat melihat mobil adinya memasuki halaman rumah mereka, namun ia keheranan ketika melihat asisten rumah tangganya ke luar dari mobil sambil menenteng sebuah tas. "Kita harus belajar dari kura-kura yang selalu membawa serta rumah di pundaknya, bukanlah dia berjalan begitu lambat dan sering tampak kelelahan?" ujar suaminya sambil tersenyum.

Di luar pengetahuan Utami, suaminya telah meminta asisten rumah tangganya untuk cuti dan pulang kampung selama mereka berlibur, dan adik iparnya tak perlu menunggui rumah mereka selama 24 jam, cukup dicek sekali sehari saja.

Biarkan satpam melakukan tugasnya dan menjaga keamanan rumah yang kosong. Pada awalnya Utami marah dan tidak seutu dengan apa yang telah dilakukan oleh suaminya, namun lam kelamaan wanita itu mulai mengerti bahwa tida semua hal perlu ditakutkan dan dikhawatirkan dengan berlebihan.

Pelajaran yang dapat di petik dari cerita motivasi yang sati ini adalah kita bisa belajar bijak dalam menikmati kehidupan kita. Jangan terpaku dengan kekhawatiran yang berlebihan, karena khawatir yang berlebihan tidak akan membuat kamu dapat menikmati hidup dengan baik.

Semoga cerita ini bermanfaat untuk kita semua.


No comments:
Write comments