Wednesday, September 5, 2018

Objek Wisata Bali Barat Bunut Bolong Jembrana

Di Bali ada saja hal-hal yang unik yang layak menjadi perhatian dan dijadikan tempat tujuan wisata seperti salah satunya pohon Bunut Bolong yang terletak di desa Manggisari, Pekutatan, Jembrana. Pohon. Pohon Bunut raksasa ini sudah berumur ratusan tahun, pada bagian bawah pohon yaitu pada akar-akarnya terdapat sebuah lubang besar serta terdapat jalan yang bisa dilintasi oleh mobil bahkan trus dan bus berbadan besar sekalipun. Keunikan inilah menjadi hal menarik dan dijadikan tempat rekreasi, ditambah alam sekitarnya yang asri membuatnya menjadi salah satu objek wisata di kabupaten Jembrana.

Tempat wisata ini dikenal dengan masyarakat bali sebagai tempat wisata magis. Masyarakat bali memang sangat percaya dengan berbagai hal berbau magis, seperti yang bisa kita lihat sejumlah pohon-pohon besar sering dikeramatkan karena dianggap ada penunggunya, agar penunggu pohon tersebut tidak menggangu dan agar warga  yang belum pernah ke tempat tersebut tidak berkelakuan dan bersifat sembarangan maka dibuatkanlah tempat untuk melakukan persembahyangan, sebagai ciri juga tidak berbuat sembarangan di kawasan tersebut.
Umat Hindu yakin, semua yang ada di dunia ini adalah citaan Tuhan dan manusia wajib menjaga hubungan yang harmonis dan tidak saling menyakiti. Salah satunya adalah Bunut Bolong di Jembrana Bali dianggap memiliki aura magis, sehingga pengunjung tidak boleh bersikap sembarangan. Bunut Bolong ini di keramatkan tidak ada orang yang berani menggangu keberadaan pohon tersebut, apalagi berniat untuk menebangnya.

Bentuk akar dari pohon tersebut memang membentuk bolong (lubang) alami, terlihat cukup megah, indah dan angker mengangkangi jalan raya. Jalan ini adalah alternatif perjalanan dari arah Jembrana menuju kabupaten Buleleng. Jarak dari kota Denpasar untuk menuju Bunut Bolong Jembrana ini sekitar 2 jam berkendara, sedangkan jarak dari pasar desa Pekutatan sekitar 11 km. Kawasan ini sangat indah dan sejuk, selain itu pohon Bunut yang rimbun dan tampil unik menjadi hal menarik untuk dinikmati, banyak warga yang datang hanya untuk nongkrong ataupun bersantai, menjauhkan diri dari keramaian kota.

Lokasi dari objek wisata Bunut Bolong di Pekutatan Jembrana ini memang berada pada sebuah areal hutan tropis yang membentang dari Utara ke Selatan, dan pada sisi sebelah timurnya terdapat kebun cengkeh yang merupakan ciri khas pohon pada dataran tinggi. Alam sekitarnya terlihat selalu hijau bersemi berpadu serasi dengan Bunut Bolong yang rimbun dan tumbung unik mengangkangi jalan. Di sebelah selatan dari Bunut Bolong tersebut terdapat sebuah pura bernama pura Pujangga Sakti, pura ini dibangun oleh penduduk untuk penghormatan seorang suci bernama Dang Hyang Sidhi Mantra. Pura Pujangga Sakti sangat cocok bagi anda yang suka melakukan meditasi ataupun pendekatan rohani, karena suasana tenang dan sepi.
Terdapat juga mitos yang berkembang , rombongan pengantin pantang melewati jalan di bawah pohon Bunut Bolong tersebut, jika itu dilanggarpernikahan pengantin tersebut dikhawatirkan gagal baik itu sebelum upacara pernikahan ataupun setelahnya. Selain itu rombongan kematian seperti mobil jenazah ataupun saat prosesi berlangsung, tidak melintasi jalan di bawah Bunut Bolong, ini bisa dimaklumi tempat yang dikeramatkan juga disucikan. Untuk itulah warga membuat jalan di samping pohon, untuk bisa dilintasi bagi mereka yang meyakini pantangan-pantangan tersebut.

Bunut Bolong di Pekutatan, Jembrana, Bali ini menjadi salah satu tempat wisata unik dan menarik yang berbau magis. Objek wisata ini  sudah cukup terkenal di kalangan warga lokal dan sekitarnya. Tetapi bagi anda wisatawan mungkin masih cukup asing, masih belum banyak agenda perjalanan wisata, guide, ataupun supir wisata mengarahkan tour di Bali ke objek wisata ini, karena memang letaknya cukup jauh dari bandara dan pusat-pusat pariwisata Bali selatan seperti Kuta dan Nusa Dua. Padahal banyak tempat-tempat rekreasi menarik bisa dikunjungi di kawasan wisata Bali Barat seperti pantai Medewi, Rambut siwi dan Taman Nasional Bali Barat.

No comments:
Write comments