Friday, September 7, 2018

Baru Belajar Melukis, Motivasi Hidup

Seorang murid disekolah membuat sebuah lukisan yang sangat luar biasa menurutnya, ia begitu mengagumi lukisan yang dibuatnya, ia menilai itu adalah karya terbaiknya dari semua lukisan yang pernah ia buat.

Sumber Gambar : https://infoana.com/gambar-ilustrasi-lukisan/
Dengan besar hati ia memajang lukisannya di etalase umum disekolahnya, ia berharap penilaian tentang lukiusannya dari teman-teman satu sekolahnya, dibawah lukisan ia menulis : "barang siapa yang menemukan kesalahan pada lukisan ini, bisa beri tanda dengan menggunakan tinta merah". Sore harinya ia temukan lukisan terbaik miliknya sudah penuh dengan coretan-coretan merah, begitu banyaknya coretan-coretan itu sehingga lukisan aslinya tidak dikenali lagi.
Merasa gagal sebagai pelukis, ia kemudia mengadukan hal itu kepada gurunya, dan guru yang bijak itu menasehatinya : "Besok engkau taruh lagi lukisan terbaikmu di etalase sekolah!!,tulislah dibawah lukisanmu itu kalimat ini!!" 'Barang siapa yang menemukan kesalahan pada lukisan ini, mohon gunakan kuas yang telah tersedia untuk memperbaikinya'!!.

Dan iapun melaksanakan nasehat gurunya itu, dari jauh ia memperhatikan tak seorangpun yang berani mendekat ke lukissan itu, bahkan sampai sore hari, tidak ada seorangpun teman satu sekolahnya yang mencoba memperbaiki lukisan itu. Samapai ke esokan harinya lukisan itu masih utuh seperti semula waktu kemarin ia memajangnya di etalase.

Akhirnya ia kembali kebapda gurunya dengan membawa lukisan itu dan bertanya, " kenapa tidak ada seorangpun yang mau memperbaikini kesalahan lukisan saya dengan kuas pak?. Gurunya tersenyum dan mulai menjelaskan kepada muridnya.

Begini nak, " Orang yang mampu mencari dan menemukan kesalahan/aib, itu jumlahnya banyak sekali. Namun orang yang mampu untuk memperbaiki dan berbuat sesuatu untuk menutupinya amatlah jarang/langka. Begitulah manusia, amat mahir mengkritik dan mencela tapi tak satupun yang datang dengan solusi".
Maka marilah kita belajar lebih bijak untuk menilai/mengkritik sesuatu jangan dari satu sudut pandang. Cobalah pahami dari berbagai sisi dan berbagai aspek, dan jangan pernah menyimpulakan sesuatu dari satu sisi saja. Marilah belajar menghargai semua perbuatan seseorang walapun itu buruk dimata kita tapi belum tentu buruk dimata orang lain atau di mata yang melakukannya.

Semoga Terinspirasi.

No comments:
Write comments